Seorang Karyawan Trader diduga Jadi Korban Pemukulan di lokasi Tambang Pomala 

 

AKSARSULTRA.COM, KENDARI – Belum usai dugaan aksi premanisme berupa penghalangan aktivitas hauling yang dialami PT Toshida Indonesia, kini kembali muncul dugaan pemukulan di area tambang, tepatnya di stockpile PT Putra Mekongga Sejahtera (PMS).

 

Kali ini, korban diketahui merupakan karyawan trader ore nikel PT Mega Supreme Energy (MSE) bernama Andriawan Amir. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026.

 

Andriawan menuturkan, saat itu ia bersama rekan-rekannya sedang melakukan aktivitas barging ore nikel ke dalam tongkang sekitar pukul 15.24 Wita. Tiba-tiba, datang sekelompok orang yang mengaku bahwa ore nikel yang sedang dibarging merupakan milik mereka. Namun, kelompok tersebut tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan ore nikel dimaksud.

 

“Mereka bilang kenapa ore nikel saya diangkat. Saya jawab, yang mana ore kamu, tunjukkan bukti kepemilikannya. Lalu salah satu dari mereka berinisial UL memukul dan menendang saya,” ujar Andriawan.

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando, membenarkan adanya laporan terkait dugaan pemukulan tersebut dan memastikan kasusnya tengah ditangani pihak kepolisian.

 

“Benar, laporan polisinya sudah masuk. Korban sudah menjalani visum dan diperiksa (BAP) oleh penyidik. Kasus ini akan kami proses, dan kami tidak mentolerir aksi-aksi premanisme,” tegasnya.

 

Penulis : Burhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *