AKSARASULTRA.COM, KENDARI – Agar murid sekolah luar biasa (SLB) memiliki bekal untuk mandiri dan berkarya serta mendukung perluasan kerjasama dengan pihak dunia kerja untuk produksi dan pemasaran karya siswa maka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara menginstruksi kepada Kepala SMK se Sultra nomor B/13823/421/XII/2025 perihal Instruksi Kemitraan Nyata SLB dan SMK tanggal 11 Desember 2025 untuk membangun kolaborasi dan kemitraan yang kuat antara SLB dan SMK demi suksesnya Program Kerja lapangan (PKL) bagi Murid Sekolah Luar Biasa dengan tujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja, sehingga mereka dapat mandiri dan berkarya setelah lulus.
Prof.Dr. Aris Badara S.Pd., M.Hum Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan pendidikan vokasi di SLB sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penyandang disabilitas. sehingga perlu kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mewujudkan inklusi nyata yang tepat teknologi, aksesibilitas fisik dan perubahan budaya kerja. Ada beberapa tantangan yang ditemui dilapangan yaitu dianggap tidak mampu, kurangnya partisipasi dalam perumusan kebijakan, kurangnya fasilitas fisik dan teknologi pendukung di tempat kerja dan kesulitan beradaptasi dilingkungan kerja baru sebagai akibat dari interaksi sosial dan hambatan eksternal.
Beberapa solusi yaitu memberikan kesempatan kerja bagi alumni SLB bukan hanya soal keadilan dan kesetaraan, tapi juga sebagai penghargaan atas potensi yang mereka miliki. Maka dari itu, mari bersama bergandengan tangan mendobrak stigma, menghapus diskriminasi dan membuka jalan bagi disabilitas menuju peradaban yang lebih inklusif dalam penggunaan teknologi dan modifikasi lingkungan kerja serta pelatihan bagi alumni SLB untuk mendukung sistem kerja inklusif. Peran aktif pemerintah dengan kebijakan, dunia usaha dengan penerapannya, dan masyarakat sebagai perubahan stigma sangat penting.
Secara keseluruhan, tujuannya adalah untuk mewujudkan dunia kerja (duka) yang inklusi di mana setiap penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja, berkembang, dan hidup mandiri secara bermartabat.
Penulis : Yafsin Yaddi, S.Pd., M.Sos Ketua MKKS SLB Sultra kepala SLBN 2 Konawe












